Panduan dan Estimasi Biaya Renovasi Rumah Terbaru | By Arfatama

Estimasi Biaya Renovasi Rumah – Ada banyak alasan untuk melakukan pembaruan, peremajaan, atau renovasi rumah. Beberapa orang melakukan renovasi kecil sebagai rutinitas tahunan untuk menyambut hari istimewa seperti tahun baru Imlek atau lebaran.

Ada juga yang merasa perlu renovasi karena memiliki anggota keluarga baru atau anak yang beranjak remaja. Kebutuhan baru seperti ruang kerja hingga kerusakan karena usia bangunan adalah faktor-faktor lainnya yang mendorong orang untuk melakukan renovasi rumah.

Dapatkan info lainnya : 5 Tahap Simulasi Biaya Bangun Rumah. Hitung Seakurat Mungkin, Ya!

Jika Anda berencana merenovasi rumah, pertimbangkan besaran biaya renovasi rumah yang diperlukan. Nah, sebelum membahas lebih jauh biaya renovasi rumah, simak poin-poin penting yang akan menjadi pembahasan dalam artikel ini.

  1. Kesalahan Umum pada Biaya Renovasi Rumah
  2. Pentingnya Mempersiapkan Biaya Renovasi Rumah Sebelum Pembangunan
  3. Biaya-Biaya Renovasi Rumah
    1. Tentukan Desain Rumah
    2. Hitung Jasa Renovasi Rumah
    3. Lakukan Pemilihan Material Bangunan yang Digunakan
  4. Cara Hitung Estimasi Biaya Renovasi Rumah dengan Simulasi Tabel
  5. Tips Renovasi Rumah Sesuai Anggaran
    1. Buat Rencana Biaya Renovasi Rumah di Awal
    2. Cermat Buat Anggaran Renovasi Rumah
    3. Manfaatkan Pembiayaan Renovasi Rumah
    4. Gunakan Material Bekas
    5. Renovasi ke Rumah Minimalis
    6. Memilih Tren Desain yang Panjang
    7. Hindari Perubahan dan Konsisten pada Rencana di Awal
    8. Jual Furniture yang Tidak Digunakan

1. Kesalahan Umum pada Biaya Renovasi Rumah

Memilih jasa renovasi adalah langkah pertama dalam panduan renovasi rumah. (Foto: Freepik)

Sebelum melakukan renovasi rumah, diharapkan Anda telah merencanakannya secara matang. Perencanaan tersebut dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, salah satunya adalah biaya renovasi rumah yang membengkak.

Apabila hal ini terjadi, bukan hanya tabungan Anda terkuras, namun progres renovasi rumah bisa saja terhambat.

Biaya renovasi rumah terdiri dari beberapa komponen yang perlu ditentukan sedari awal. Kesalahan umum yang terjadi pada biaya renovasi rumah biasanya tidak melakukan pengawasan yang ketat terhadap pengeluaran.

Baca Juga : Jasa Renovasi Rumah, Hemat Biaya Bersama Arfatama.com

Selain itu, berubahnya arahan renovasi seperti desain rumah di tengah-tengah pembangunan juga adalah salah satu kesalahan yang berdampak pada membengkaknya biaya renovasi rumah.

2. Pentingnya Mempersiapkan Biaya Renovasi Rumah Sebelum Pembangunan

Sebagai panduan renovasi rumah, perhitungan biaya merupakan hal yang krusial. (Foto: Freepik)

Sangat penting mempersiapkan biaya renovasi rumah sebelum proses pembangunan rumah di lakukan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar renovasi rumah bisa dilakukan.

Selain itu, dengan mengetahui rincian biaya, Anda juga mengetahui kualitas material apa saja yang nantinya digunakan.

Sebenarnya ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan untuk meminimalisir biaya renovasi rumah. Salah satu cara lain untuk menghemat pembengkakan akibat renovasi rumah adalah dengan tidak merenovasi rumah sekaligus, melainkan hanya mengubah bentuk, desain, atau tampilan beberapa bagian rumah saja.

Seperti contohnya jika Anda membeli rumah 2 kamar tidur di Cikarang, Bekasi, biasanya bagian dapur baru terbangun seadanya. Lakukan renovasi dimana hanya fokus pada bagian dapur karena memang sangat dibutuhkan.

Baca juga: 17 Inspirasi Sebelum dan Sesudah Renovasi Rumah

3. Biaya-Biaya Renovasi Rumah

Jika tak ada biaya, Anda bisa menggunakan dana pinjaman dari bank sebagai panduan renovasi rumah. (Foto: Freepik) Estimasi Biaya Renovasi Rumah

Dalam melakukan renovasi, dibutuhkan beberapa komponen biaya renovasi rumah yang wajib dialokasikan untuk beberapa keperluan. Keperluan tersebut meliputi pekerjaan persiapan renovasi, bahan material renovasi rumah, hingga biaya tenaga kerja renovasi rumah.

Biaya tersebut alangkah lebih baik jika telah dirinci sedari awal bahkan sebelum proses renovasi dilakukan. Agar lebih memahaminya, dibawah ini akan dijelaskan beberapa komponen biaya renovasi rumah yang sebaiknya dipersiapkan lebih awal.

1) Tentukan Desain Rumah

Menentukan desain renovasi rumah adalah tahapan awal untuk mengetahui berapa biaya renovasi rumah yang dibutuhkan. Semakin banyak bagian rumah yang direnovasi, akan berdampak langsung pada biaya renovasi rumah yang dibutuhkan. Disarankan jika ini adalah kali pertamanya Anda merenovasi rumah, pakailah jasa arsitek.

Dengan menggunakan jasa arsitek bukan hanya desain rumah Anda yang akan menjadi menarik, pengeluaran Anda pun akan terukur dengan jelas di awal sehingga akan meminimalisir tersendatnya proses renovasi karena masalah finansial.

Pekerja profesional mengakui kalau biaya jasanya memang lebih mahal di awal, namun mereka memastikan dapat memberikan saran yang relevan dengan masalah penghuni rumah. Dengan begini, Anda jadi tidak perlu mengeluarkan biaya berkali-kali di kemudian hari.

2) Hitung Jasa Renovasi Rumah

Komponen biaya berikutnya yang perlu diperhitungkan adalah biaya tenaga kerja yang membantu proses renovasi rumah. Biasanya terdapat dua pilihan yaitu renovasi menggunakan tukang ataupun kontraktor.

Anda bisa menggunakan jasa kontraktor untuk merancang desain dan melakukan renovasi rumah. Anda juga bisa menggunakan tukang yang telah dipercaya. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Dibawah ini merupakan beberapa kelebihan dan kekurangan yang mungkin Anda temukan jika menggunakan tukang bangunan atau kontraktor.

Tukang BangunanKontraktor
Biaya lebih murah, jika tukangnya ahli dan Anda tepat melakukan perencanaan.Tidak repot melakukan perencanaan dan perhitungan biaya.
Anda sendiri yang melakukan perencanaan dan perhitungan biaya.Umumnya memiliki jaminan/garansi selama kurun waktu tertentu
Tak semua tukang bisa memperbaiki setiap kerusakan dan melakukan renovasi. Ada yang hanya piawai merenovasi dinding dan lantai, tapi kurang menguasai cara memperbaiki atap.Biaya renovasi jauh lebih mahal ketimbang menggunakan jasa tukang.
Waktu pengerjaan bisa bertambah, tegantung keahlian tukang.

3) Lakukan Pemilihan Material Bangunan yang Digunakan

Material bangunan yang digunakan untuk merenovasi rumah, memiliki peranan besar bagi porsi biaya renovasi rumah. Semakin berkualitas material yang digunakan tentunya akan berbanding lurus dengan biaya yang dikeluarkan.

Jika dana untuk biaya renovasi rumah terbatas, Anda bisa menyiasatinya dengan mengkombinasi material bangunan standar dengan material bangunan berstandar tinggi.

Dengan cermat mengkombinasikan material bangunan yang digunakan, Anda bisa menghemat biaya renovasi rumah, yang dapat dialokasikan pada kebutuhan lain.

10 Model Partisi Ruangan dan Tips Memilihnya

4. Cara Hitung Estimasi Biaya Renovasi Rumah dengan Simulasi Tabel

Biaya renovasi rumah terdiri dari beberapa komponen seperti material bangunan dan jasa renovasi rumah. (Foto: Pexels.com)

Sama seperti saat Anda akan membangun rumah baru, renovasi rumah juga sebaiknya memiliki Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk memantau pengeluaran dan memastikan biaya yang dibutuhkan.

Contohnya semisal Anda membeli rumah Rp 400 juta di Depok, dan berencana untuk merenovasinya, bisa mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) di bawah ini. Apa saja yang harus diperhitungkan dalam RAB? Anda bisa menggunakan contoh panduan renovasi rumah berikut.

Tahapan

No

Uraian Pekerjaan

Volume

Satuan

Harga Satuan (Rp)

Jumlah (Rp)

I Pekerjaan Persiapan

1

Pembersihan Lahan

175

M2

3.500

612.500

2

Pengukuran

30

M2

20.000

600.000

3

Biaya Air Kerja

1

Ls

130.000

130.000

II Pekerjaan Pondasi

1

Penggalian tanah

90

M2

35.000

3.150.000

2

Pengurukan pasir

8

M2

130.000

1.040.000

3

Pemasangan batu bata

30

M2

650.000

19.500.000

4

Pengurukan tanah kembali bekas galian

20

M2

50.000

1.000.000

III Pekerjaan Beton Bertulang

1

Sloof

2,5

M2

3.000.000

7.500.000

2

Kolom

0,6

M2

3.000.000

1.800.000

3

Ring balok

0,5

M2

3.000.000

1.500.000

IV Pekerjaan Dinding Plesteran

1

Pasangan dinding bata adukan

160

M2

60.000

9.600.000

2

Plesteran dinding bata adukan

300

M2

40.000

12.000.000

V Pekerjaan Lantai

1

Pengurukan pasir bawah

5

M2

130.000

650.000

2

Floor lantai adukan

3

M2

750.000

2.250.000

3

Pasangan lantai keramik 30×30

45

M2

105.000

4.725.000

4

Pemasangan lantai keramik 20×20 teras

5

M2

105.000

525.000

5

Pemasangan lantai keramik 20×20 KM

1,8

M2

105.000

189.000

VI Pekerjaan Atap

1

Rangka atap baja ringan

90

M2

140.000

12.600.000

2

Atap genteng

130

Kp

30.000

3.900.000

3

Nok genteng

30

Kp

15.000

450.000

4

Lisplank

65

M2

0

5

Screw

1

Ktk

50.000

50.000

Total

83.771.500

5. Tips Renovasi Rumah Sesuai Anggaran

Merenovasi beberapa ruangan saja sesuai kebutuhan menjadi cara hemat renovasi rumah (foto: istock.com)

Proses renovasi rumah tidak sesederhana yang Anda bayangkan. Ada beragam pertimbangan matang saat merencanakan sebuah kegiatan renovasi rumah.

Beberapa pertimbangan tersebut biasanya akan berpengaruh terhadap anggaran biaya renovasi rumah yang dibutuhkan. Nah, agar Anda bisa melakukan renovasi rumah secara efisien dan lancar, berikut ini merupakan beberapa tips yang bisa dijalankan.

1) Buat Rencana Biaya Renovasi Rumah di Awal

Tips pertama agar renovasi rumah sesuai dengan anggaran yang dimiliki adalah dengan membuat rencana biaya renovasi. Rencana ini bisa Anda buat sendiri maupun berkonsultasi dengan penyedia layanan renovasi seperti kontraktor. Ketahui lebih awal kebutuhan renovasi rumah, agar biaya lebih mudah untuk direncanakan.

Contohnya, jika Anda memiliki dana terbatas namun daerah dapur rumah Anda sudah butuh untuk dilakukan renovasi akibat kebocoran air yang mengakibatkan tampilan dapur Anda menjadi kotor, maka tidak ada salahnya untuk hanya melakukan melakukan perbaikan talangan air dan renovasi di bagian dapur saja.

Solusi ini tentunya akan membantu mengurangi biaya renovasi dibandingkan merenovasi keseluruhan dapur. Inilah pentingnya mengapa Anda perlu membuat rencana renovasi rumah sedari awal.

2) Cermat Buat Anggaran Renovasi Rumah

Menggunakan jasa profesional bisa menghemat pengeluaran (foto: unsplash.com)

Selain merancang desain rumah, jasa renovasi rumah juga bisa membantu Anda menghitung biaya renovasi rumah. Jika perlu, sebelum memutuskan menggunakan jasa renovasi rumah, minta mereka melakukan penghitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kontraktor yang baik akan bisa memberi gambaran jelas dan memperhitungkan secara detail panduan renovasi rumah untuk Anda.

Pertama, RAB diperlukan untuk pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Memang menurut Perda No. 7/1991 Pasal 17 ayat 2, pembangunan atau renovasi rumah yang kurang dari 12 meter persegi tidak perlu menggunakan IMB.

Tapi lebih dari itu, tanpa IMB, bisa-bisa Anda terkena denda atau pembangunan rumah dihentikan. IMB pada akhirnya diperlukan dalam pengurusan Pajak Bumi dan Bangunan.

Kedua, dengan memiliki rencana yang detail Anda bisa mengetahui biaya yang sesungguhnya dibutuhkan. Hal ini akan menghindarkan Anda dari penipuan dan menumbuhkan rasa saling percaya antara pemilik rumah dengan kontraktor/ tukang yang melakukan renovasi.

Ingat, Rencana Anggaran Belanja atau RAB adalah hal yang sangat krusial saat akan merenovasi rumah.

3) Manfaatkan Pembiayaan Renovasi Rumah

Desain sudah siap, anggaran sudah dihitung, kini tinggal memikirkan sumber biaya untuk mewujudkan renovasi yang Anda inginkan. Secara garis besar, ada dua sumber yang bisa Anda gunakan, dana simpanan dan dana pinjaman.

Meminjam uang di bank bisa jadi pilihan bijak, tentu saja tiap bank memiliki kelebihan tersendiri dan persyaratan yang harus dipenuhi. BTN misalnya, memiliki produk KAR BTN atau Kredit Agunan Rumah yang dapat digunakan untuk renovasi dengan menjaminkan rumah/ruko/apartemen Anda.

Bank BCA memiliki produk KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah yang juga dapat digunakan untuk merenovasi rumah.

Bank BNI memiliki produk BNI Griya yang bisa digunakan untuk kebutuhan konsumtif, salah satunya renovasi rumah. Bank Syariah Mandiri juga memiliki layanan impan berupa produk pembiayaan multiguna untuk membantu memenuhi kebutuhan Anda termasuk pembiayaan renovasi rumah.

Hal yang perlu Anda pertimbangkan dalam mencari kredit renovasi rumah antara lain jumlah pinjaman maksimal, suka bunga, fleksibilitas jangka waktu pembayaran dan asuransi yang menyertai. Di sisi lain, perhatikan juga persyaratan yang diberikan bank seperti batas usia minimal dan maksimal, status pekerjaan, jumlah penghasilan minimal, NPWP pribadi.

4) Gunakan Material Bekas

Kondisi ruangan yang sedang direnovasi (foto: unsplash.com)

Menggunakan material bekas bisa menjadi pilihan murah untuk menghemat biaya renovasi rumah Anda. Bahan material bekas umumnya dibedakan menjadi dua jenis, yakni yang bisa digunakan kembali (reuse), dan bahan lainnya yang bisa didaur ulang (recycle).

Material yang bisa digunakan kembali misalnya kaca, pagar, genteng, kayu, hingga kusen pintu. Sementara itu, material lain yang bisa didaur ulang diantaranya batu-bata dan keramik. Anda bisa mendapatkan bahan-bahan ini di rumah anda sendiri jika masih bisa dipakai, toko-toko bahan bangunan atau juga tersedia online.

Jangan lupa untuk memastikan material bahan yang Anda gunakan masih dalam kualitas yang baik untuk dipakai dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan.

5) Renovasi ke Rumah Minimalis

Bagaimana kalau Anda ingin mengubah konsep rumah menjadi minimalis? Renovasi rumah minimalis bisa jadi lebih hemat atau lebih mahal, tergantung desain bangunannya.

Harus dipertimbangkan apakah lantai semen ekspos yang biasa digunakan pada gaya minimalis akan lebih hemat biaya ketimbang menggunakan ubin keramik. Apakah jendela besar lebih murah material dan biaya pemasangannya ketimbang dinding tanpa jendela?

Jika Anda ingin merenovasi rumah dengan material standar, dengan menggunakan jasa kontraktor, hitungan dasarnya tergantung lokasi Anda tinggal. Di kota besar, hitungannya kini sekitar Rp3.000.000 per meter persegi.

Apapun gaya rumah yang ingin Anda dapatkan lewat renovasi, diskusikan dengan kontraktor. Jangan lupa untuk mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kebutuhan penghuni rumah, apakah bisa menerima desain baru yang akan Anda wujudkan.

6) Memilih Tren Desain yang Panjang

Memilih konsep yang akan selalu tren dalam beberapa tahun ke depan menjadi kunci merenovasi rumah untuk jangka panjang (foto: sotech-asia.com)

Mau berhemat untuk beberapa tahun ke depan? Maka pilihlah merenovasi rumah dengan tren yang akan datang untuk jangka panjang. Renovasi rumah untuk jangka panjang walaupun akan memakan biaya sangat mahal di awal dipastikan tidak akan membuat kantong Anda jebol dalam beberapa tahun kemudian.

Dengan merenovasi rumah jangka panjang, Anda hanya perlu sesekali memberi perabotan rumah atau mengganti desain tata interior dalam rumah Anda untuk menyegarkan suasana.

Dengan memutuskan untuk merenovasi rumah untuk durasi yang lama, ketahanan rumah akan semakin terjamin, juga tampilannya akan tetap menarik meski tahun demi tahun telah berlalu.

Panduan renovasi rumah ini membuat Anda makin mantap mempercantik rumah? Cari juga info tambahan seputar tips hunian dan apartemen di Rumah.com. Tak jadi merenovasi dan memilih untuk membeli rumah jadi? Anda bisa menemukannya di Properti Baru.

7) Hindari Perubahan dan Konsisten pada Rencana di Awal

Konsistensi adalah kunci untuk menjaga biaya renovasi rumah tetap terkendali. Selalu awasi dan evaluasi proses renovasi telah berjalan sesuai rencana dengan mempertimbangkan estimasi waktu pengerjaan, material bangunan yang digunakan, hingga kesesuaian desain renovasi yang menjadi acuan.

Sangat dianjurkan untuk tidak melakukan perubahan desain awal renovasi rumah. Hal ini dikarenakan akan mengganggu fokus pekerjaan renovasi yang sedang berlangsung.

Apabila terdapat perubahan di tengah proses renovasi, tentunya akan mengulang proses awal seperti mempertimbangkan biaya lain yang dibutuhkan hingga estimasi pembangunan yang dibutuhkan.

8) Jual Furniture yang Tidak Digunakan

Meski minimalis, biaya yang dikeluarkan bisa jadi lebih mahal. Ikuti panduan renovasi rumah dan rincian biaya yang tepat. (Foto: Freepik)

Ada kalanya setelah rumah direnovasi, ada beberapa furnitur yang tidak lagi cocok dan selaras dengan tema rumah baru Anda. Jika dirasa sudah tidak sesuai, jangan memaksakan untuk menyimpannya.

Solusi terbaik, Anda bisa menjual furniture yang sudah tidak digunakan lagi. Uang hasil menjual furniture lama, bisa Anda gunakan untuk membeli furniture baru yang sesuai dengan tema rumah baru Anda.

Nah, itulah beberapa tips untuk mengestimasi biaya renovasi rumah yang dibutuhkan. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi Anda yang sedang berencana untuk merenovasi rumah.

5/5 - (5 votes)

Tinggalkan komentar